“Rindu”, sekilas sederhana…! Seringkali kata ini dikaitkan dengan perbedaan, jarak, waktu atau keadaan. Tidak jarang pula kata ini menjadi rampai dari kisah-kisah romantis. Namun sesungguhnya kerinduan mengandung makna yang sangat kompleks.
Kadang rindu dimaknai dengan keinginan untuk bertemu kembali dengan seseorang yang terpisah jarak. Tapi tidak jarang pertemuan kemudian tidak sedikitpun mengobati kerinduan, bahkan dapat menyebabkan kerinduan akan bertambah. Ini terjadi ketika orang yang ingin kita jumpai ternyata telah berubah, tidak lagi seperti yang kita kenang dalam memori kita. Singkatnya, ia tidak seperti yang dulu lagi, tidak seperti ia yang ingin kita temui.
Atau jika rasa rindu itu ditujukan kepada suatu tempat, kampung halaman misalnya. Bukan mustahil jika setelah kita sampai ke tempat tersebut, kita sama sekali tidak menemui apa yang kita rindukan. Ketika tempat yang kita namai kampung halaman itu ternyata telah berubah. Kampung yang dulunya asri dengan sungai-sungai, ternak dan penduduk yang ramah mungkin telah terhias dengan tembok dan gudang-gudang pabrik. Kita tidak lagi temui suara-suara burung, anak gembala, orang-orang bersepeda atau angin yang membelai ubun-ubun dengan lembutnya. Saat itu kerinduan akan terasa semakin berat, sebab harapan untuk memenuhi kerinduan juga telah musnah dan berubah menjadi kekecewaan yang dalam
.“PANTA REI”, demikian Herakleitos berujar. Semuanya berubah dan tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Dan kerinduan itu ternyata tidaklah tertuju kepada orang atau tempat yang selama ini menjadi kenangan di memori kita. Kerinduan sesungguhnya tertuju kepada suatu KEADAAN YANG SAMA yang menjadi GAMBARAN MASA LALU yang saat ini kita rasakan sebagai BAGIAN YANG INDAH dalam hidup kita. Karena itu pula maka rasa rindu akan selalu ada dalam hati kita.
Bagian yang indah tersebut juga tidaklah hanya terbatas pada pengalaman yang menyenangkan semata. Masa kecil yang begitu riang atau masa-masa muda yang penuh kegembiraan. Pengalaman pahit juga dapat menjadi suatu memori yang indah di kemudian hari. Seseorang yang telah meraih apa yang ia cita-citakan dengan melalui perjuangan yang begitu berat seringkali mengenang perjuangannya yang pahit sebagai sesuatu yang indah. Bukan untuk merasakan kepahitan itu kembali tentunya…!
Nah, kerinduan itu ternyata kompleks kan…???